Tampilkan postingan dengan label 1812. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1812. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juli 2017

Butuh waktu yang sangat Lama buat aku mengumpuLkan keberanian. Butuh waktu yang sangat Lama buat aku bisa mengucapkan seLamat. Butuh waktu yang sangat Lama buat aku bisa nerima semua ini. Butuh waktu yang sangat Lama aku reLa  buat ngeLepas semua.
Ini beban buatku. Hati yang sudah terLanjur terLaLu daLam, yang sudah tak tersisa ruang, betapa suLit mengosongkannya, atau memang aku yang tak ingin kehiLangannya.
Ingatan yang seLaLu terbayang, kenangan yang seLaLu terLintas, atau memang aku yang tak ingin meLupakannya?
Kita tak pernah menjadi "kita", hanya aku, hanya kamu.
Banyak penyesaLan. Seandainya seperti ini, seandainya seperti itu, mungkinkah akan memiLiki akhir kisah yang Lain? Atau memang sudah semestinya seperti ini jaLannya?
Mengakhiri yang harus benar2 berakhir harus semudah memuLainya. Tapi bagaimana mengakhirinya bukankah tak pernah memuLai? Ternyata ini Lebih suLit daripada yang memiLiki awaL.

#03072017
Masih u/mu matahari senja yg meLetupkan keindahannya

Minggu, 12 Juni 2016

Akhirnya aku belajar melepasmu, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis di dalam hati. Namun, aku sadar, mencintaimu sendirian bukanlah cinta yang wajar. Aku dibunuh debar-debar dada dan kecemasan akan kenangan berselimut luka. Itulah mengapa aku belajar melepasmu. Sebab, aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang, jika kau tidak kunjung datang, barangkali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenang.

--BOYCANDRA, dalam buku "Sebuah Usaha Melupakan".

Jumat, 10 Juni 2016

Bagaimana bisa kamu menjadi orang yang benar benar ingin kubenci? Sementara, dulu begitu dalam aku menjatuhkan hati. Hatiku menolak pergi, tetapi kenyataan terlalu menyakiti. Kamu lelah dengan segala yang kita perjuangkan bersama. Kamu memintaku berlapang dada, memintaku melepaskan begitu saja. Apakah kamu tidak pernah merenungkan walau sejenak saja, betapa luka pedih mengiris dada, melihat orang yang paling dicinta meminta lepas demi seseorang yang ia cinta? Kita tidak menjalani ini sehari dua hari, terlalu lama kebersamaan ini membuat aku tidak tahu lagi jalan kembali.
Meski tidak ingin memintamu kembali, tapi lukanya tetap saja tak sepenuhnya pergi. Menyiksa malam-malamku, menyesakkan dalam diamku. Kenangan selalu pulang dengan hal-hal yang kamu buang. Dengan hal-hal yang dulu sepenuh hati kita impikan dalam hal berjuang. Apa kamu bahagia dengan segala luka yang kini kurasa? Apa kamu tidak merasa betapa dalamnya aku tenggelam dalam hal-hal yang terlalu pahit rasanya kenyataan ini?
Menjadi kamu mungkin menyenangkan, setelah dicintai bisa semudahnya membuang. Setelah disayangi lantas kamu merasa berhak menyakiti. Sementara aku tertatih untuk berdiri kembali. Andai mudah membencimu, aku sudah melakukannya semenjak kamu memilih berlalu. Namun, perasaan tak pernah sepenuhnya bisa dikendalikan. Aku masih mencarimu dalam doa-doa, meski tidak sesering dulu sewaktu awal terluka. Lelah rasanya begini, mengharapkanmu yang tak pernah peduli. Menggenggam hati seseorang yang tak lagi bersedia dimiliki.
Semoga waktu benar-benar obat dari segala pilu. Tak banyak lagi yang kuharapkan darimu. Meski sejujurnya tak semudah itu membiarkanmu semakin jauh dari masa lalu. Namun, aku paham, aku bukan lagi orang yang kamu inginkan. Sekuat apa pun aku menjaga doa-doa untuk bersama, tidak akan berguna bila kamu tidak juga bersedia. Menjadi kamu mungkin tak akan pernah mengerti rasanya mencintai seseorang, pada saat yang sama perasaan itu terus saja menyakitimu tanpa pernah bisa kamu buang. Jagalah dia baik-baik, semoga luka hatimu tidak pernah berbalik. Jagalah dia yang kamu pilih sebagai cinta, semoga kelak dia tidak menjadi seperti kamu, yang memilih pergi dan membekaskan luka.

—BOYCANDRA, dalam buku 'Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai'.

Minggu, 15 Mei 2016

Hari ini, episode terakhir kisah tentangmu.
Tak apa tak happy ending u/ku, asaL bahagia padamu.
Aku tak apa.
Aku akan baik2 saja.
Aku percaya ALLah sudah siapkan skenario terbaiknya.
Aku siap memuLai episode baru kisah seLanjutnya.
Semoga kisah kaLi ini akan happy ending u/ku nantinya.
:-)

Pada akhirnya..

SeLamat Mas., bahagiaLah..
Terima kasih u/ semuanya, & maaf atas semua sifat & sikap saya seLama ini.

Chukkae oppa..., saranghae--upppsss...., mianhe..

14 mei 2016
:-)

Apakah aku masih menunggumu?
Apakah benar-benar kamu yang seharusnya aku tunggu?
Apakah kamu sadar ada aku yang sedang menunggumu?
Apakah kamu akan menjadi akhir dari masa menungguku?

Aku ingin berhenti menunggumu.
Tapi ternyata tak mampu.
Kamu masih menjadi haL terpenting bagiku.
Kamu masih menguasai Lebih dari separuh hatiku.
Kamu seLaLu menghantui setiap inchi pikiranku.
Aku tidak bisa. Aku tidak mampu. Atau sebenarnya aku tidak mau?
Tapi ituLah, hati keciLku yang seLaLu meyakinkan bahwa kamu Lah yang seharusnya memang aku tunggu.

Ini berat.
Kenyataannya terLaLu suLit.

Apa aku masih tetap harus menunggumu?

Rabu, 04 Mei 2016

Suatu waktu di masa siLam bahkan hingga kini, aku pernah dan masih bertahan sekuat-kuatnya untuk seseorang. Bahkan separuh warasku abaikan.
Aku menjadi apa pun asaL bisa dengannya, agar semua yang kuinginkan dapat kumiLiki.
Waktu itu aku membutakan diri sebuta-butanya. Menjadi tuLi untuk segaLa perkara yang meLemahkan dada.
Aku ingin dia, kuperjuangkan dia sekencang-kencangnya berLari. Hingga, tersungkur aku setengah mati.
Namun yang aku dapatkan adaLah kenyataannya dia tidak peduLi.
Hari-hari patah dan kaLah, hari-hari kecewa dan jatuh akhirnya kuLaLui juga. Panjang rentang waktu terasa. Nyatanya Luka Lebih daLam dari apa yang aku kira.
Aku menenangkan diri berkaLi Lipat dari patah hati - patah hati sebeLumnya.
Dia tak hanya menghancurkan harapanku, dia juga mengajarkan betapa kejamnya perasaan yang dia miLiki kepadaku. Dia membuat yang kuberikan dengan segaLanya, dibaLas hantam tangis sehina-hinanya. Ia campakkan begitu saja, hingga sepenuh Latar bumi, sepaLung Lautan kukutukan sepi sepanjang hidupnya.
Hari ini, usai sudah segaLa perkara. KuLepaskan ia kepada semesta, matiLah bersama sedih-sedih yang ia derita.

-boy chandra-

Sabtu, 30 April 2016

Mungkin ini memang jaLan takdirku,
mengagumi tanpa dicintai
tak mengapa bagiku
asaL kau pun bahagia daLam hidupmu, dalam hidupmu

TeLah Lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku
mencintaimu pun adaLah bahagia untukku, bahagia untukku

kuingin kau tau
diriku disini menanti dirimu
meski kutunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk seLamanya
dan ijinkan aku
memeLuk dirimu kaLi ini saja
tuk ucapkan sLamat tinggaL untuk sLamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja..

Hari ini tiba juga, hari dimana aku harus benar-benar meLupakanmu, hari dimana aku harus mereLakanmu, hari dimana aku harus bisa ikhLas meLepasmu, hari dimana aku harus bisa kuat meLihatmu bahagia bersama orang Lain.
TeLah kusiapkan diri & hati ini jauh-jauh hari, tapi entah kenapa pada saat itu tiba rasa sakit ini masih ada masih terasa, masih sangat berat untuk membuang semuanya tentangmu.
Banyak waktu terbuang begitu saja u/mu. Entah berapa banyak puLa air mata yang tumpah u/mu, hingga aku teLah terbiasa dengan keLopak mata yang bengkak. Tak terhitung puLa berapa kaLi namamu seLaLu menjadi prioritas daLam sujudku.
KatakanLah aku bodoh, hingga detik ini masih sangat mencintaimu begitu daLam, masih sangat menyimpan harap yang sangat besar padamu, masih menjadikanmu satu-satunya daLam pikiran & hatiku, masih ingin kamu saja.
Aku. Tidak pernah mencintai seseorang sebebaL ini, hingga mengenyampingkan segaLa haL, & menganggap memang hanya kamu satu-satunya.
Aku akan terus mencintaimu, dengan cinta yang berbeda? Tidak. Cinta ini akan tetap sama, seperti saat aku mengatakan pertama kaLi padamu. Tapi ia akan aku simpan sebagai kenangan termanis (setidaknya dengan menganggapnya manis, aku tidak akan merasa percuma).
Aku ingin berhenti. Aku ingin meLupakan. Aku ingin membuang. Aku ingin bisa membuka hati u/ matahari senjaku yang Lain. Aku ingin berjanji pada diri sendiri bahwa ini terakhir kaLinya aku menangis u/mu.
Kata orang tak ada yang sia-sia dengan apa yang sudah kita Lakukan. Aku akan percaya, ada bahagia u/ku. Ada warna-warna indah menantiku.
Aku harus tetap menjaLani hidupku. Aku harus tetap berjaLan. Aku kuat..

u/mu, matahari senja yang meLetupkan keindahannya..
semoga Tuhan menggenggammu erat & maLaikat menjagamu ketat, tak hanya membuatmu baik, juga agar kamu mendapat yang terbaik daLam hidupmu.
seLamat berbahagia..

Jumat, 18 Desember 2015

18 Desember 2015

SeLamat ULang Tahun....
Bertambah 1 usiamu, jangan jadi tua & menyebaLkan ya :-)
Semoga semua do'aku & do'a baik orang2 disekitarmu yang juga dihari baik ini didengar ALLah dan sampai ke Mas.
Dan semoga Mas seLaLu dikeLiLingi kebaikan & kebahagiaan.

Happy Birthday, Mas...& seLamat Jum'at ya!
Promise me, you wiLL aLways be the one that I adore.

Regards,
Fatma

Jumat, 04 Desember 2015

it's my own pain :'(
Sakit itu masih ada.
Sakit itu masih terasa.
Sakit itu kembaLi ada.
Tapi sakit itu miLikku sendiri.
Bukan aku tak mau berbagi.
Tapi ia hadir tanpa bisa dikendaLi, hanya untukku.
Entah bagaimana aku harus mengakhiri, ia tak ingin pergi.
Sakit.
Benar-benar sakit.
Tak akan pernah ada harapan.
Tak akan pernah ada kesempatan.
Tak akan pernah ada kemungkinan.
Inginku tak mungkin pernah terwujud.
Harapku tak mungkin pernah tercapai.
Entah sampai kapan aku bisa bertahan.
Tapi yang ku tahu, aku harus kuat.
Meyakinkan diri bahwa sakit ini akan meLebur menjadi bahagia, entah kapan waktunya tiba, tapi percaya itu perLu.
Dia. Apapun hasiLnya nanti, aku tetap berharap dia bahagia.
TerLebih aku. Bahagiakan aku Tuhan…

Minggu, 22 November 2015

Satu per satu mimpi itu sirna.
Satu per satu impian itu musnah.
Satu per satu harapan itu pergi.
Satu per satu keyakinan itu pupus.
Satu per satu semangat itu hiLang.
Satu per satu segaLanya menjauh.
Menyisakan aku yang terpaku sendiri daLam sepi.

Jumat, 20 November 2015

Jum'at, 20 November 2015

Entah sudah berapa banyak Jum'at aku Lewatkan dengan mengirimimu pesan singkat. Mengingatkanmu agar tak Lupa bertemu dengan-Nya sesibuk & seLeLah apapun kamu. Dan jangan sampai meLewatkan hingga 3x Jum'at agar Rahmat-Nya tak pernah putus untukmu.
Hingga kini aku ingin seLaLu menyempatkan mengirimimu pesan singkat itu, aku senang seperti ada bahagia keciL seteLahnya, apaLagi jika kamu membaLasnya meski sebatas senyuman atau ucapan terima kasih karna sudah mengingatkan.
Kini aku Lupa sudah berapa Jum'at tidak mengirim pesan singkat padamu.
Bukan. Bukan karena aku LeLah. Bukan juga karena aku Lupa. Kebiasaan itu sudah menjadi seperti sebuah keharusan bagiku.
Aku. Kini mencoba berhenti meLakukannya. Aku sedih. Kamu tidak pernah Lagi memberiku sebuah senyuman. Aku juga tidak bisa memaksa.
Semoga kamu tidak pernah Lupa akan Jum'atmu. Aku akan seLaLu mengingatkanmu. Meski kini aku berhenti mengingatkanmu meLaLui pesan singkat. Tapi aku akan seLaLu mengingatkanmu Lewat do'a yang ku titipkan pada-Nya..
Hei kamu.., seLamat Jum'at ya...!!

Rabu, 18 November 2015

Senin, 04 Oktober 2010

03102010

Aq berdiri di tepi pantai, memandang jauh hamparan air Laut & berharap dapat memuLai hari dengan pengharapan & perasaan baru.

Aq ingin keLuar.., 
aq tidak ingin terkurung daLam sangkar yang q ciptakan sendiri
aq ingin bebas.
Rasa yang datang begitu saja
dan tertanam di hati cukup Lama 
cukup membuatku u/ bertahan
dan tanpa kusadari AQ JATUH CINTA
tapi tidak, aq harus mengakhirinya.

Ombak.., bawaLah jauh rasa ini,
biarkan ia dihempas batu karang & hanyut terbawa arus air Laut 
dan semoga arus tidak membawanya kembaLi menepi ke pantai.
Cukup daLam diamku aq mengerti
cukup daLam diamku aq menyukai
cukup daLam diamku aq mengamati
dan cukup daLam diamku AQ MENYAYANGI.


(u/mu yang tak kan mungkin aq gapai 'de javu')

Sabtu, 25 September 2010

hujan

Hujan....suka betul aku hadirmu...
Suka juga akan congkakmu, yang tak biarkan mentari meninggi bumi...
Membasah, dimana-mana...
Mewangi aroma tanah...
Meliarkan angan jiwa menembus masa...
...Dingin kini, sama dingin kala itu...
Mengelinjang tak berirama...
Merasuk ruang bahagia....
Ah, hujan....
Seringlah sapa aku,
Agar kubisa titipkan rasa ini.....
Padanya....







(duduk ditepi jendeLa kamar menatap tetesan air hujan yang jatuh membasahi bumi..)

Jumat, 27 Agustus 2010

De Javu

Dia yang begitu indah
hadir tanpa perLu diundang
masuk tanpa perLu dipersiLahkan

De Javu..,
tapi kenyataan adanya
teruLang Lagi

Dia yang begitu indah
tak mungkin dapat aq miLiki
tak mungkin dapat aq raih

Dia yang diinginkan
dan aq bukan piLihan

Aq sakit..,
tapi tak ingin menghancurkan segaLanya

Mengubur Lagi Lebih daLam
jauh daLam diam
in the deep of my heart

(hati keciLku mengatakan ini harus diakhiri..)

02092010